Selasa, 20 November 2012

DAFTAR PERTANYAAN/QUESTIONER KEWIRAUSAHAAN



I. Daftar Pertanyaan bagi Pedagang Besar/Importir
Kebanyakan produk – produk konsumtif seperti biskuit, gula, pasta gigi, korekapi, dll., disalurkan kepada konsumen melalui pedagang besar/agen yang membeli barang-barang dalam partai besar dari  suatu distributor atau pabrik dan  kemudian menjualnya dalam jumlah lebih kecil ke toko swalayan dan pedagang kecil/pengecer.
Karena pada umumnya hanya ada sedikit pedagang besar dan sangat banyak pengecer, maka langkah awal terbaik untuk memulai survei pemasaran Anda dimulai dari Pedagang Besar. Setelah anda sudah menggambarkan areal pasar Anda, dan mencoba memetakan semua pedagang besar yang ada di areal pasar Anda, maka mulailah memberikan pertanyaan berikut kepada mereka:

1)                  Berapa banyak pedagang besar/agen yang ada di dalam areal pasar Anda? Apa nama mereka dan di mana lokasi mereka?
2)                  Seberapa luas areal pasar  yang dijangkau oleh masing-masing pedagang besar/agen?
3)                  Berapa banyak produk terjual per tahun? Apakah ada peningkatannya setiap tahun? Jika ya, seberapa banyak?
4)                  Adakah fluktuasi musiman dari penjualan produk?

Sebagai contoh: 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 bulan
 tinggi
 Medium
 rendah

5)                  Bagaimana tingkat kompetisi/persaingan yang terjadi? Bagaimana skala usaha mereka (besar, sedang, kecil)?, adakah kekhususan produk mereka? adalah produk yang sama?, bagaimana standar mutu mereka? Bagaimana praktek pemasaran mereka?
6)                  Bagaimana peningkatan produk?, seperti apakah mereka berpikir bahwa pasar memerlukan beberapa disain baru, variasi – variasi baru, corak yang lebih baik, spesifikasi produk baru?
7)                  Bagaimana harga penjualan mereka terhadap produk Anda?
8)                  Apa saran mereka terhadap harga produk Anda?
9)                  Bila ada, Berapa lama kredit/jangka waktu pembayaran yang diperoleh mereka dari para penyalur mereka ( satu minggu, satu bulan?)?
10)              Seandainya produk Anda memiliki kualitas dan harga yang bersaing, berapa banyak produk Anda dapat mereka ambil sebagai contoh?


II. Daftar Pertanyaan bagi Pedagang eceran
Pengecer/Toko merupakan mata rantai terakhir antara konsumen dan produsen. Pada akhirnya, mereka melakukan penjualan yang paling akhir kepada publik itu. Dekatnya mereka kepada para pembeli membuat mereka menjadi sumber informasi yang berharga bagi kita tentang orang – orang yang benar-benar menginginkan produk dan membelinya.
Sebagai contoh, jika seseorang membeli tinta yang ternyata memiliki mutu yang jelek, maka pelanggan tersebut akan mengeluh kepada toko dimana mereka melakukan pembelian, bukan ke pabrik tinta itu. Karena alasan inilah, maka para pengecer memiliki suatu posisi strategis untuk mengidentifikasi gap didalam pasar, terutama sekali antara apa yang  menjadi permintaan pelanggan nya  dan apa yang  dapat pedagang besar/agennya  sediakan. Beberapa pengecer kreatif mungkin dapat memberi Anda gagasan produksi baru yang dapat diproduksi oleh usaha Anda.

Tujuan survei kepada pengecer adalah:
  • Pengecekan silang data/informasi yang disajikan oleh pedagang besar/agen;
  • Untuk mempelajari kebutuhan, keinginan, rasa, kebiasaan membeli, dll., dari konsumen;
  • Untuk mencari potensi produksi baru;
  • Untuk belajar bagaimana cara memposisikan produk Anda sebagai lawan produk pesaing Anda;
  • Untuk belajar bagaimana cara menjual produk Anda secara lebih efektif;
  • Untuk membantu mengidentifikasi ukuran promosi yang akan bermanfaat dalam penjualan product(seperti : papan pajangan, give-aways, contoh, dll.);
  • Untuk membantu merumuskan strategi pemasaran usaha Anda.

Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan dari pedagang eceran:
  • Berapa banyak produk yang terjual dalam satu tahun?
  • Berapa banyak pesaing didalam wilayah penjualan mereka?
  • Apakah mereka mengalami fluktuasi musiman didalam penjualan mereka?
  • Dari pabrik atau pedagang besar/agen  mana mereka membeli produk?
  • Apakah mereka mendapat fasilitas kredit dari para penyalur mereka?
  • Jika mereka menerima fisilitas kredit, untuk berapa lama jangka waktu kredit diberikan?
  • Apakah mereka menjual dalam skala besar? Jika benar, dimana saja?
  • Berapa harga beli dari produk – produk yang mereka jual?
  • Berapa harga jual dari produk – produk yang mereka jual?
  • Apakah mereka mempunyai gagasan dari pelanggannya tentang perubahan peningkatan didalam produk?
  • Apakah mereka membeli produk dengan tunai atau dengan kredit?
  • Apakah mereka menjual berdasarkan komisi penjualan?


III. Daftar Pertanyaan bagi Konsumen Atau pelanggan
Sekalipun Anda sudah mewawancarai pengecer dan pedagang besar/agen, sangatlah penting untuk mendiskusikan penerimaan pasar atas suatu produk dengan para pelanggan (yang membeli produk) dan konsumen (yang menggunakan produk). Umpan balik mereka sangat bermanfaat, terutama untuk cek silang dari pengumpulan informasi sebelumnya atau untuk merangsang gagasan baru.
Khususnya, jika produk Anda adalah produk manufaktur ( seperti : permesinan), sangat diperlukan untuk bertemu dengan konsumen ketika mereka membeli secara langsung dari pabrik itu. Beberapa pertanyaan yang dapat ditanyakan dari  pelanggan dan  konsumen adalah:
  • Mengapa Anda membeli produk ini?
  • Kapan(bulan apa) anda membeli produk ini?
  • Seberapa seringkah Anda membeli produk ini?
  • Apakah Anda memerlukan lebih banyak lagi produk ini pada masa depan? Berapa banyak?
  • Berapa nilai rupiah anda bersedia membayar atas produk ini?
  • Apakah Anda cukup puas dengan produk yang ada?
  • Apakah Anda menginginkan suatu prubahan atau peningkatan kualitas produk ini? Jika benar, apa saran Anda?
  • Dimana anda membeli produk ini ( tempat) dan dari siapa?
  • Mengapa Anda membeli produk ini dari penyalur tersebut?
Anda harus mempunyai suatu catatan/data menyangkut profil tentang orang yang diwawancarai (pedagang besar/agen, pengecer, konsumen) seperti umur, jabatan/pekerjaan, pendapatan, kebiasaan membeli, jenis kelamin, pola konsumsi, dan lain lain, sehingga informasi ini akan sangat menolong dalam menganalisa dan menggambarkan kondisi pasar Anda.


Jumat, 25 Mei 2012

25 Karakteristik Pengusaha Sukses


Yang Harus Dimiliki Bisnis Rumahan
Seperti kegiatan lainnya yang Anda kerjakan, ada beberapa keharusan yang dibutuhkan agar sukses dalam aktivitas yang dipilih. Untuk bisa berkendara di tempat umum secara legal, seseorang harus memiliki SIM; agar menang dalam pertandingan, harus berlatih dan berlatih; agar bisa pensiun dengan nyaman, seseorang harus menjadi investor yang berpengetahuan dan secara aktif berinvestasi untuk masa pensiunnya. Jika tujuan Anda adalah sukses dalam berbisnis, maka formulanya tidak jauh berbeda. Ada beberapa keharusan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dikelola secara penuh untuk kesuksesan bisnis Anda. Ada banyak keharusan dalam bisnis, tapi artikel ini hanya membahas beberapa yang saya yakini merupakan keharusan, yang lebih penting yang dibutuhkan saat memulai, menjalankan dan menumbukan profit usaha rumahan.

1. Lakukan apa yang Anda nikmati
Apa yang Anda dapatkan dari bisnis dalam bentuk kepuasan pribadi, pendapatan finansial, stabilitas dan kenikmatan adalah nilai yang akan Anda tempatkan dalam bisnis Anda. Jadi, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, maka kemungkinan akan tercermin dalam keberhasilan bisnis Anda –atau kesuksesan Anda berikutnya. Nyatanya, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, peluangnya Anda tidak akan sukses.

2. Bekerja dengan serius
Anda tidak bisa berharap untuk efektif dan sukses dalam bisnis kecuali Anda benar-benar yakin dengan bisnis dan produk atau jasa yang Anda jual. Terlalu banyak pengusaha rumahan yang gagal menjalankan bisnisnya dengan cukup serius, mudah beralih dan tidak termotivasi dan mempertajam indera penciuman mereka. Mereka juga menjadi santapan mereka yang memandang bisnis rumahan dengan sebelah mata karena mereka tidak bekerja di gedung perkantoran, toko, atau pabrik. Sedikit yang melakukan dengan skeptis, tahu bahwa sejumlah orang yang bekerja dari rumah, dan menghasilkan pendapatan tahunan yang bagus, telah melonjak di beberapa tahun terakhir ini.

3. Merencanakan segala sesuatunya
Merencanakan setiap aspek bisnis rumahan Anda bukan saja merupakan suatu keharusan, tapi juga membangun kebiasaan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dipelihara oleh pengusaha. Perencanaan bisnis sangat penting karena mengharuskan Anda menganalisa setiap situasi bisnis, melakukan riset dan mengumpulkan data, serta membuat kesimpulan yang berdasarkan fakta yang didapatkan dari riset. Perencanaan bisnis juga sebagai fungsi kedua, dimana tujuan Anda dan bagaimana mencapainya, diatas kertas. Anda bisa menggunakan rencana yang Anda buat baik sebagai peta yang Akan membawa Anda dari titik A ke Z serta sebagai pengukur kesuksesan masing-masing rencana individu atau segmen dalam rencana.

4. Mengelola uang dengan bijak
Alur kas adalah denyut nadi setiap bisnis apapun. Anda membutuhkannya untuk membeli inventori, membayar jasa, mempromosikan dan memasarkan bisnis Anda, memperbaiki dan menempatkan alat dan perlengkapan, dan menggaji diri Anda sendiri sehingga Anda bisa tetap melanjutkan pekerjaan. Karena itu, semua pengusaha rumahan harus menjadi manajer keuangan yang bijak untuk memastikan alur kas tetap berjalan dan tagihan terbayarkan. Ada dua aspek manajemen keuangan yang bijak:
  1. Uang yang Anda terima dari klien sebagai pertukaran barang atau jasa yang Anda sediakan (pendapatan)
  2. Uang yang Anda keluarkan untuk inventori, supplai, upah, dan item lain yang dibutuhkan untuk operasional bisnis Anda.(pengeluaran)
5. Meminta penjualan
Pengusaha rumahan harus selalu ingat bahwa kegiatan pemasaran, periklanan, atau promosi tidak bermanfaat, terlepas dari seberapa cerdas, mahal, atau dibidik dengan tepatnya mereka, kecuali satu hal sederhana yang diselesaikan – meminta penjualan. Ini tidak menjelaskan bahwa menjadi sales yang hebat, advertising copywriting atau ahli hubungan masyarakat bukan aset yang besar dalam bisnis Anda. Namun, keterampilan ini tidak ada artinya jika Anda tidak secara aktif meminta orang membeli apa yang Anda jual.

6. Ingatlah pelanggan
Bisnis rumahan Anda bukanlah produk atau jasa yang Anda jual. Bisnis rumahan bukanlah harga yang Anda kenakan untuk barang dan jasa. Bisnis rumahan bukanlah soal persaingan dan bagaimana Anda mengalahkannya. Bisnis Anda adalah pelanggan, atau klien, periode. Bagaimanapun, pelanggan Anda adalah mereka yang memutuskan apakah bisnis Anda akan booming atau hancur. Apapun yang Anda lakukan dalam bisnis harus fokus pada pelanggan, termasuk kebijakan, garansi, pembayaran, jam kerja, presentasi, iklan dan promosi dan website. Sebagai tambahan, Anda harus tahu dengan baik siapa pelanggan Anda.

7. Menjadi pendorong-diri
Salah satu mitos terbesar mengenai kesuksesan personal atau bisnis, adalah kemampuan personal, produk atau jasa yang akan ditemukan dan diakui oleh masyarakat yang mungkin menghalangi orang lain untuk membeli apa yang Anda jual. Tapi bagaimana ini bisa terjadi jika tidak seorangpun yang tahu siapa Anda, apa yang Anda jual dan mengapa mereka harus membelinya?
Promosi-diri adalah salah satu alat marketing yang paling penting, tapi paling gagal dipakai dimana mayoritas pengusaha langsung mengabaikannya.

8. Rancangan citra bisnis yang positif
Semua Anda miliki kecuali momen yang terlewatkan untuk membuat kesan yang positif dan diingat oleh orang yang Anda ajak berbisnis. Pengusaha rumahan harus keluar dari cara mereka dan selalu berupaya merancang citra bisnis yang paling profesional. Mayoritas pengusaha rumahan merasa tidak perlu membuat kantor atau toko atau showroom yang elegan untuk membuat prospek dan pelanggan kagum dan terkesan. Alih-alih, mereka harus mengandalkan pencintraan, kreatifitas dan memperhatikan detil terkecil saat membuat dan memelihara citra yang positif bisnis rumahan mereka.

9. Kenali pelanggan Anda
Salah satu fitur terbesar dan competitive edge yang paling signifikan dari pengusaha rumahan yang bisa mengalahkan pesaing besar adalah dia mampu memberikan perhatian yang personal. Anda bisa menyebutnya dengan reaksi teknologi tinggi, tapi pelanggan bosan dan jenuh mendengarkan informasi mereka ada di suatu tempat di komputer dan harus di retrieve, atau diharuskan memasukkan sederet angka yang pada akhirnya sampai di departemen yang tepat hanya untuk mendengarkan voice mail—dimana mereka tidak pernah ditelpon kembali.
Pengusaha rumahan bisa menjawab telepon, kenal dengan pelanggan mreka, memberikan perhatian personal dan memenangkan bisnis dengan melakukan hal tersebut. Ini adalah fakta yang diteliti dimana kebanyakan bisnis (80 %) datang dari pelanggan yang kembali daripada pelanggan baru. Karena itu, bersamaan dengan menarik pendatang baru, semakin banyak yang Anda lakukan untuk mendekati pelanggan, Anda akan melakukannya dengan lebih baik di jangka panjang dan memberikan perhatian personal adalah hal yang paling dihargai dan diingat di dunia dengan teknologi yang canggih ini.

10. Tingkatan lahan permainan dengan teknologi
Anda harus menghindari untuk terjebak lebih jauh dalam dunia teknologi, tapi Anda juga harus tahu bagaimana memanfaatkannya. Salah satu aspek internet yang paling mengagumkan adalah satu atau dua orang yang menjalankannya dari basement bisa memiliki website yang hebat seperti layaknya perusahaan bernilai $50 juta, dan tidak seorangpun yang tahu perbedaannya. Pastikan Anda terus mengejar teknologi tinggi selama itu sesuai dengan kebutuhan Anda. Teknologi terbaik adalah yang membantu Anda, bukan untuk membuat orang lain terkesan.

11. Membangun tim bisnis jempolan
Tidak seorangpun yang bisa membangun bisnis yang sukses seorang diri. Ini adalah tugas yang membutuhkan tim yang memiliki komitmen seperti Anda terhadap bisnis dan kesuksesannya. Tim bisnis Anda bisa mencakup anggota keluarga, teman, supplier, aliansi bisnis, karyawan, sub-kontraktor, industri dan asosiasi bisnis, pemerintahan lokal dan komunitas. Tentu anggota tim yang paling penting adalah pelanggan atau klien Anda. Beberapa atau banyak dari mereka yang akan mengatakan bagaimana bisnis Anda akan berjalan dan mempertaruhkan masa depan bisnis Anda.

12. Dikenal sebagai ahli
Saat Anda memiliki masalah yang harus dipecahkan, Anda mencari nasehat orang lain atau mencari seorang ahli di bidangnya untuk membantu memecahkan masalah Anda? Tentu saja, Anda menginginkan informasi yang paling akurat dan mendapatkan pendampingan. Anda biasanya mencari bantuan ahli untuk memecahkan masalah. Anda memanggil tukang ledeng saat keran air panas bocor, agen real estate ketika menjual rumah atau dokter gigi jika gigi Anda sakit. Karena itu, ini hanya mengarah pada alasan dimana Anda dikenal sebagai ahli dalam bisnis Anda, semakin banyak orang yang mencari Anda untuk mendapatkan keahlian Anda, menciptakan lebih banyak penjualan dan peluang referral. Dampaknya, dikenal sebagai ahli adalah memiliki gaya lain untuk mendapatkan prospek bisnis baru, begitu juga sebaliknya. Alih-alih menemukan orang baru dan berkwalitas untuk menjual, orang-orang ini mencari keahlian Anda.

13. Menciptakan keuntungan kompetitif
Bisnis rumahan harusnya memiliki proposisi penjualan yang unik. Ini lebih dari sekedar pertanyaan basa-basi menanyakan pertanyaan penting ,"Mengapa orang memilih berbisnis dengan Anda atau membeli produk atau jasa Anda dibandingkan berbisnis dengan kompetitor dan membeli produk atau jasanya?" Dengan kata lain, aspek atau kombinasi aspek apa yang memisahkan bisnis Anda dari persaingan? Apakah layanan yang lebih baik, garansi yang lebih lama, pemilihan yang lebih baik, pilihan pembayaran yang lebih fleksibel, harga terendah, layanan personal, layanan pelanggan yang lebih baik, pengembalian yang lebih baik dan kebijakan pengembalian atau gabungan dari beberapa hal tersebut ?

14. Investasikan dalam diri Anda
Pengusaha papan atas membeli dan membaca buku-buku, majalah bisnis dan marketing, laporan, jurnal, newsletter, website dan publikasi industri, menyadari bahwa sumber-sumber ini akan meningkatkan pemahaman bisnis mereka serta fungsi dan ketrampilan marketing. Mereka bergabung dengan asosiasi bisnis, dan menjalin jaringan dengan pebisnis lain yang terampil untuk belajar rahasia sukses mereka dan membantu mereka menentukan tujuan dan sasaran mereka. Pebisnis top menghadiri seminar bisnis dan marketing, workshop dan pelatihan, meski mereka sudah menguasai masalah tersebut. Mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Selalu ada cara untuk melakukan dengan lebih baik, waktu yang sedikit, dengan upaya yang lebih sedikit. Pendeknya, pengusaha papan atas tidak pernah berhenti menginvestasikan alat pemasaran yang paling ampuh, efektif, dan terbaik untuk dirinya.

15. Bisa diakses
Kita hidup dalam waktu dimana kita mengharapkan makan siang siap saji di drive-thru siap dalam beberapa menit, laundry siap diambil di hari yang sama, uang yang ada di ATM dan pizza diantar dalam waktu 30 menit atau gratis. Anda melihat pola yang berkembang-Anda harus membuatnya semudah mungkin bagi orang yang berbisnis dengan Anda, terlepas dari bisnis rumahan yang Anda jalankan.
Anda harus menyadari kenyataan bahwa hanya sedikit orang yang mau bekerja keras, keluar dari jalur, atau merasa tidak nyaman demi memberikan Anda uang yang mereka dapatkand dengan susah-payah. Mempermudah orang lain untuk berbisnis dengan Anda artinya Anda harus bisa diakses dan memiliki pengetahuan terhadap produk atau jasa Anda. Anda harus bisa memberikan apa yang diinginkan pelanggan, ketika mereka menginginkannya.

16. Membangun reputasi yang kokoh
Tidak diragukan lagi, reputasi yang baik adalah salah satu aset yang paling tangible dan bisa dijual oleh pengusaha rumahan. Anda tidak bisa hanya sekedar membeli reputasi yang baik; ini adalah sesuatu yang Anda hasilkan dengan memenuhi janji Anda. Jika Anda berjanji mengirimkan barang ke pelanggan hari Rabu, tidak alasan bagi Anda untuk tidak mengirimkannya. Jika Anda menawarkan untuk memperbaiki sesuatu, Anda harus melakukannya dengan baik. Konsistensi atas apa yang Anda tawarkan adalah faktor kunci lainnya. Jika Anda tidak bisa memberikan jasa (dan produk) dengan level yang sama pada klien secara teratur, mereka tidak punya alasan untuk mempercayai Anda…dan tanpa kepercayaan, Anda tidak akan memiliki reputasi yang baik.

17. Menjual benefit
Memaksakan fitur produk untuk pengusahaa yang tidak berpengalaman atau calon pengusaha. Menjual benefit terkait dengan memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang Anda bawakan adalah fokus bagi sales professional dimanapun untuk menciptakan keinginan membeli dan menjual, menjual lebih banyak, dan lebih sering menjual lebih banyak pada pelanggannya. Iklan, presentasi sales, dan material marketing yang dicetak, kemasan produk, website, newsletter, pameran dagang adalah hal penting. Setiap waktu dan media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan target audien harus menjual benefit yang terkait dengan memiliki produk atau menggunakan jasa Anda.

18. Keterlibatan
Selalu keluar dari jalan Anda untuk terlibat dalam komunitas yang mendukung bisnis Anda. Anda bisa melakukan ini dengan banyak cara, seperti terjun dalam kegiatan amal lokal atau food bank, terlibat dalam mengorganisir event komunitas, dan politik lokal. Anda bisa bergabung dengan kumpulam dan kelompok yang berkonsentrasi pada program dan kebijakan yang disusun untuk meningkatkan komunitas lokal. Ini adalah fakta dimana orang senang berbisnis dengan orang yang mereka kenal, sukai dan respek, dan dengan orang yang melakukan banyak hal untuk membantu mereka sebagai anggota komunitas.

19. Menarik perhatian
Pengusaha kecil tidak bisa membuang waktu, uang dan energi untuk kegiatan promosi yang ditujukan untuk membangun kesadaran melalui jangka panjang, pembukaan yang berulang. Jika Anda melakukannya, peluangnya adalah Anda akan bangkrut jauh sebelum tujuan ini tercapai. Alih-alih, setiap kegiatan promosi yang Anda lakukan, harus bisa menghasilkan uang untuk kantong Anda sehingga Anda bisa meneruskan untuk menarik perhatian yang lebih banyak dan membuat bisnis Anda tumbuh.

20. Menguasai seni negosiasi
Kemampuan untuk bernegosiasi secara efektif merupakan ketrampilan yang harus dikuasai oleh setiap pengusaha. Mungkin ini hal terpenting nomor dua yang harus dimiliki oleh bisnis rumahan. Dalam bisnis, ketrampilan negosiasi digunakan setiap hari. Selalu ingat bahwa menguasai seni negosiasi artinya ketrampilan Anda diterapkan untuk mendapatkan kondisi win-win. Pengaturan win-win berarti setiap orang yang terlibat merasa mereka telah menjadi pemenang, yang merupakan dasar untuk membangun hubungan jangka panjang dan bisnis yang lebih menguntungkan.

21. Mendesain tempat kerja untuk sukses
Rencanakan dan desain tempat kerja Anda di rumah dengan seksama untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas personal, dan jika dibutuhkan, untuk menunjukkan profesionalisme bagi klien yang datang. Jika memungkinkan, tahan keinginan untuk mengubah sudut ruang tamu atau tempat tidur Anda menjadi kantor. Idealnya, Anda menginginkan ruang yang terpisah dengan pintu tertutup yang memisahkan kegiatan bisnis dan anggota keluarga, setidaknya saat jam kerja. Teras, basement atau garasi biasanya digunakan sebagai kantor dalam rumah. Jika ini tidak memungkinkan, Anda harus menemukan cara untuk mengubah ruangan dengan partisi atau mengerjakan pekerjaan Anda saat tidak ada orang dirumah.

22. Menjaga keteraturan
Kunci untuk tetap terorganisir bukanlah jenis file apa yang Anda miliki atau apakah Anda menumpuk kertas di atas meja, tapi tentang mengelola bisnis Anda. Memiliki sistem untuk melakukan banyak hal. Karena itu, Anda ingin membuat rutinitas dimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin, atau selama tiga jam untuk bisnis part-time atau tujuh hingga sembilan jam untuk full-timer. Faktanya, Anda harus mengembangkan sistem dan rutinitas untuksetiap kegiatan bisnis. Hal-hal kecil seperti membuat to-do list di akhir hari kerja dalam sehari, atau dalam seminggu, akan membantu Anda mendahulukan tugas terpenting. Menciptakan kalender tunggal untuk memulai kerja, bukan tugas untuk menggandakan tugas atau pekerjaan, juga akan memastikan tugas terselesaikan sesuai jadwal dan janji yang dipenuhi. Memasukkan keluarga dan aktivitas personal kedalam kalender Anda jiga penting sehingga Anda bisa bekerja dan merencanakan dari kalender tunggal.

23. Waktu luang
Godaan untuk bekerja disepanjang waktu adalah hal nyata bagi beberapa pengusaha rumahan. Namun, Anda tidak punya manajer yang mengingatkan saatnya Anda pulang karena mereka tidak mampu membayar lembur. Setiap orang yang bekerja dari rumah harus meluangkan waktu untuk menetapkan jadwal kerja yang meliputi waktu untuk meregangkan kaki Anda dan beristirahat makan siang, serta beberapa hari kerja dan menjadwalkan liburan. Membuat jadwal setelah Anda membuat komitmen untuk memulai bisnis rumahan. Tentu saja, jadwal Anda haruslah fleksibel. Sediakan waktu bagi diri Anda selama satu atau dua jam. Bekerja sepanjang waktu dan tidak beristirahat akan membuat Anda kelelahan dan layanan pelanggan yang buruk tidaklah diinginkan pelanggan.

24. Membatasi jumlah usaha
Sulit bagi kebanyakan pengusaha untuk tidak melakukan pendekatan yang ditawarkan. Mereka ingin melakukan dan menangani tugas sebanyak mungkin dalam bisnis mereka. Kemampuan untuk multitasking, nyatanya, adalah ciri umum yang dibagi oleh pengusaha sukses. Namun, sesekali Anda harus berhenti dan mereview hari itu untuk menentukan apa yang menjadi minat terbaik dalam bisnis dan diri Anda untuk jangka waktu yang lama. Kebanyakan pengusaha sukses akan mengatakan pada Anda pada saat mereka memulainya, mereka tahu dimana kelebihan mereka dan tugas apa yang didelegasikan ke orang lain.

25. Tindak lanjut secara konstan
Kontak yang konstan, tindak lanjut dengan pelanggan, prospek dan aliansi bisnis merupakan mantra bagi setiap pengusaha rumahan yang baru atau sudah mapan. Tindak-lanjut yang konstan dan konsisten memungkinkan Anda untuk merubah prospek menjadi pelanggan, meningkatkan nilai penjualan dan frekwensi membeli dari pelanggan yang sudah ada, dan membangun hubungan bisnis yang lebih kuat dengan supplier dan tim bisnis inti. Tindak-lanjut penting untuk daftar pelanggan Anda, seperti pekerjaan real yang dimulai setelah penjualan. Mudah untuk menjual produk atau jasa, tapi diperlukan kerja keras untuk mempertahankan pelanggan dan membuat mereka kembali lagi.

Seberapa Besar Karakter Entrepreneur Anda


Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan. Inilah yang menjadi inspirasi para pebisnis.
Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur Anda.
  1. Berapa besar komitmen Anda?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya.

Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali Anda mesti memperkuat komitmen Anda dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa di manajemen bukan?
  1. Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis. Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat kesempatan positif dari suatu tantangan situasi.

Tanpa keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan, bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.
  1. Apakah Anda senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.

Memiliki sebuah bisnis - khususnya yang modalnya tidak besar-berarti harus siap membuat keputusan dengan market research terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian?
  1. Apakah Anda memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis Anda terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai Anda memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis.

Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll. Anda juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan sesuai rencana.

Nah, apakah Anda sanggup menyokong kelangsungan business plan agar bisnis Anda tetap bertahan?
  1. Apakah Anda senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan sekalipun.

Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan Anda adalah ‘menjual’. Menjual produk Anda, visi perusahaan dan diri Anda sendiri.

Dan harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap waktu. Jika Anda menikmatinya, Anda memang seorang entrepreneur sejati.

Jika Anda menjawab YA pada sebagian besar pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti Anda memiliki karakter entrepreneur dan siap untuk memiliki bisnis sendiri.

Tetapi jika sebagian besar jawabannya adalah TIDAK, sebaiknya pertimbangkan untuk menggaet partner bisnis untuk membantu membuat rencana bisnis Anda menjadi kenyataan 

Membangun Karakter Entrepreneur Sukses


Menjadi seorang entrepreneur sukses tentu bukan perkara mudah. Tidak semua orang bisa berhasil menjalankan usahanya dan menjadi pengusaha yang sukses. Dibutuhkan kerja keras, tekad dan karakter yang kuat untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Kira-kira mental seperti apa yang dibutuhkan seorang pelaku usaha untuk bisa mencapai kesuksesannya?
Berikut ini beberapa karakter yang wajib dimiliki seorang pelaku usaha, agar bisnis yang dijalankannya bisa berhasil dan meraih puncak kesuksesannya.
  • Haus akan prestasi
Seorang pengusaha sukses selalu memiliki visi dan misi yang jelas dan berusaha menjadikannya sebagai sebuah prestasi yang harus segera diwujudkan. Dengan pemikiran tersebut, maka Anda akan selalu termotivasi untuk menciptakan prestasi-prestasi baru guna mencapai puncak sukses yang telah diimpikan.
  • Berkarakter mandiri
Sebagai seorang entrepreneur, Anda memiliki tanggungjawab penuh atas kemajuan bisnis yang dijalankan. Apa pun yang terjadi pada bisnis tersebut semua tergantung pada diri Anda. Karena itulah dibutuhkan karakter mandiri agar segala hal yang terjadi pada bisnis Anda bisa diselesaikan dengan baik.
  • Memiliki disiplin diri
Kedisiplinan menjadi kunci kesuksesan seorang pengusaha dalam mengembangkan bisnis-bisnisnya. Dengan membiasakan diri untuk disiplin, maka secara tidak langsung bisnis yang Anda jalankan bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan dan mendapatkan kepercayaan dari para konsumen.
  • Memanfaatkan waktu sebagai peluang
Istilah “Waktu adalah uang” merupakan gambaran yang tepat bagi para pelaku usaha. Sebab setiap waktu yang terlewati dimanfaatkan untuk menciptakan peluang-peluang baru dalam rangka mengembangkan usahanya. Jadi tidak ada salahnya bila Anda mencoba mengatur waktu sebaik-baiknya untuk mencapai target-target yang telah Anda impikan.
  • Mampu memotivasi diri sendiri
Sebagai seorang pengusaha, Anda berperan sebagai bos bagi diri sendiri maupun bagi usaha yang sedang dijalankan. Jika diibaratkan sebuah kapal, maka Andalah yang memegang kendali kapal tersebut. Jadi sebisa mungkin jaga terus motivasi diri Anda, tetap semangat dan jalankan usaha tersebut sebaik-baiknya.
  • Kreatif dan inovatif
Seorang entrepreneur sukses selalu memiliki ide-ide segar untuk menciptakan inovasi dan kreasi baru bagi perkembangan bisnisnya. Tingginya tingkat kreativitas yang Anda miliki menjadi salah satu modal utama bagi bisnis Anda, sehingga tidak kalah bersaing dengan bisnis lainnya yang ada di pasaran.
  • Berjiwa pemimpin
Karakter pemimpin wajib dimiliki seorang pengusaha untuk mengarahkan bisnisnya menuju puncak kesuksesan. Terkadang sebagai seorang pengusaha, Anda dituntut untuk bisa mengambil keputusan dengan bijak tanpa harus merugikan pihak manapun. Karenanya, jadilah pemimpin yang baik bagi diri sendiri, karyawan, dan bagi perkembangan bisnis Anda.
  • Berani mengambil resiko
Terkadang seorang pengusaha memandang sebuah resiko sebagai peluang. Naluri inilah yang mendorong para pelaku usaha menjadi seorang “petarung” yang berani mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sebab, pada dasarnya dalam setiap masalah selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
  • Terus belajar dan menambah wawasan
Bagi calon pengusaha sukses, proses pembelajaran tidaklah berhenti di bangku pendidikan formal saja. Setiap jam adalah belajar, baik belajar dari buku, belajar dari ahlinya langsung, maupun belajar dari pengalaman yang di dapatkannya di kehidupan nyata. Semakin sering Anda belajar, maka semakin luas pula wawasan yang bisa Anda jadikan sebagai modal usaha.
  • Pantang menyerah
Kegagalan mungkin sudah menjadi bagian dari perjalanan para pengusaha sukses di Indonesia. Namun kegagalan yang mereka alami tidak lantas membuatnya putus harapan dan berhenti menjalankan usahanya. Jiwa pantang menyerah telah tertanam di dalam diri mereka, sehingga selalu ada cara baru untuk bangkit dari kegagalan yang mereka alami. Karakter inilah yang wajib Anda miliki agar kesuksesan yang Anda impikan bisa terwujud sesuai target yang telah ditentukan.
Meskipun membangun karakter entrepreneur sukses tidaklah semudah membalikan telapak tangan, namun diharapkan dengan informasi tersebut para pembaca bisa termotivasi untuk mulai mempersiapkan diri menjadi calon pengusaha sukses yang berdaya saing tinggi. Maju terus UKM Indonesia, salam sukses.
Karakter Entrepreneur





Untuk bisa meraih kesuksesan, seorang entrepreneur wajib memiliki karakter-karakter perilaku tertentu. Sebab, seorang entrepreneur merupakan manusia pilihan yang tampil berbeda dibanding dengan manusia kebanyakan. Mereka tentunya memiliki keunggulan-keunggulan. Geoffrey G. Meredith, seorang ekonom dunia mengemukakan karakteristik yang harus dipunyai seorang entrepreneur yang sukses. Karakter tersebut antara lain:

* Percaya diri
Seorang entrepreneur harus memiliki keyakinan diri atas kemampuan yang ia miliki dalam menjalankan bisnisnya maupun dalam menghadapi masalah-masalah yang harus dihadapinya saat menjalankan bisnisnya tersebut. Keyakinan diri ini juga harus dibarengi dengan sikap kemandirian dan rasa optimisme.

* Berorientasikan tugas dan hasil
Seorang entrepreneur sejati senantiasa memiliki tujuan-tujuan  tertentu yang ia tetapkan dalam meraih hasil maksimal bagi bisnisnya. Dan, sebagai seorang pelaku bisnis, tentu laba menjadi salah satu tujuan utama. Dalam usaha mencapai tujuan-tujuan yang ada, seorang entrepreneur harus memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan penuh inisiatif.

* Pengambil risiko
Seorang entrepreneur harus berani mengambil resiko, bahkan suka akan tantangan.

* Kepemimpinan
Seorang entrepreneur harus mampu bertindak sebagai pemimpin. Ia harus bisa menempatkan dirinya di tengah para bawahannya dengan baik, maupun dengan berbagai pihak luar yag harus ia temui setiap harinya berkaitan dengan bisnis yang dijalani.

* Keorisinilan
Seorang entrepreneur harus memiliki kreativitas tinggi dan mampu menciptakan inovasi-inovasi dalam usahanya. Tanpa adanya kreativitas untuk menciptakan ide-ide orisinil, tentu seorang entrepreneur tidak akan bisa bertahan dalam dunia persaingan bisnis.

* Berorientasi masa depan.
Seorang entrepreneur tidak boleh terjebak dengan pemikiran sempit dan rencana-rencan jangka pendek saja. Ia wajib memiliki rencana jangka panjang dan cara berpikir yang berorientasi terhadap kelangsungan bisnisnya di masa depan.

* Mau menerima kritik
Seorang entrepreneur sejati tidak menganggap kritik sebagai suatu hal yang menakutkan. Kritik merupakan masukan berarti untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, ahli ekonom lainnya, M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer mengemukakan delapan karakteristik yang harus dimiliki seorang entrepreneur:
1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2. Lebih memilih risiko yang moderat.
3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera.
5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8. Selalu menilai prestasi dengan uang.

Dalam mencapai keberhasilannya, seorang entrepreneur memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Buku "Enterpreneurship and Small Enterprise Development Report" menitikberatkan tiga karakter yang dimiliki seorang entrepreneur yang sukses.

* Proaktif
Memiliki inisiatif dalam berbisnis dan tegas saat membuat keputusan.

* Berorientasi prestasi
Tercermin pada cara pandang dan tindakan yang diambil saat peluang bisnis ada di depan mata. Entrepreneur yang sukses juga menyadari pentingnya efisiensi dalam menjalankan bisnis, mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan, memilki kemampuan perencanaan yang baik dan tidak melupakan arti penting dari pengawasan.

* Komitmen terhadap pihak lain
Kesuksesan seorang entrepreneur juga dipengaruhi kemampuannya dalam memenuhi komitmen terhadap pihak lain, misalnya dalam kontrak bisnis.

Kamis, 24 Mei 2012


Inilah 11 Karakter Entrepreneur Sukses




Wirausahawan adalah seseorang yang mempunyai karakteristik inovasi yang tinggi dengan risiko yang dihadapi atau dibawanya juga cukup tinggi. Dalam buku berjudul The Entrepreneur, John Kao menyebutkan ada 11 karakteristik seorang entrepreneur. Apakah Anda memiliki beberapa karakteristik berikut?
  1. Total berkomitmen, menjadi penentu dan melindungi.
  2. Memiliki dorongan untuk mendapatkan dan bertumbuh.
  3. Berorientasi kepada kesempatan dan tujuan.
  4. Mempunyai inisiatif dan tanggung jawab personal.
  5. Pemecah persoalan secara terus menerus.
  6. Memiliki realisme dan dapat berbicara denan selingan humor.
  7. Selalu mencari dan menggunakan umpan balik (feedback).
  8. Selalu berfokus pada internal.
  9. Menghitung dan mencari risiko.
  10. Memiliki kebutuhan yang kecil untuk status dan kekuasaan.
  11. Memiliki integritas dan reabilitas.